PT Marimas Menjadi Teladan...

dalam Peralihan Penggunaan Plastik...

Sebagai Katalis GEA Nasional Pertama dari Indonesia

GEA dengan bangga mengumumkan Perusahaan Katalis Nasional pertamanya dari Indonesia! PT Marimas adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman kemasan terkemuka di Indonesia. Merek mereka yang berwarna-warni dicintai dan dikonsumsi oleh puluhan juta rakyat Indonesia. Berawal dari perusahaan keluarga, kini distribusi Marimas menjangkau seluruh Indonesia dan Asia Tenggara–bersaing langsung dengan perusahaan-perusahaan makanan multinasional.

Namun demikian, tidak seperti kebanyakan pesaing mereka yang berupa perusahaan kelas dunia, Marimas tidak sekadar obral janji untuk mengurangi dampak plastik. Peralihan penggunaan plastik kini telah mendarah daging dalam perusahaan mereka, mulai dari CEO hingga staf, dari kemasan hingga pemasaran, dan dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) hingga keuangan. Inisiatif terkini mereka untuk melibatkan diri dalam Program Katalis GEA adalah lompatan besar bagi industri makanan dan minuman. Sebagai salah satu industri penghasil limbah plastik terbesar, kepemimpinan Marimas berpotensi besar mencegah ribuan ton plastik memasuki biosfer Indonesia.

Pada akhir tahun 2017, GEA dihubungi oleh PT Marimas. Berpusat di Semarang, Indonesia, tim pimpinan Marimas semakin sering mendengar masalah polusi plastik. Mereka juga sudah pernah mendengar tentang fenomena Ecobrick yang merebak di negeri ini. Sadar bahwa sebagian besar kemasa plastik mereka tidak dapat didaur ulang, mereka ingin belajar lebih banyak tentang Ecobrick dan melakukan sesuatu terhadap jejak plastik mereka. Mereka menghubungi GEA dan mendaftarkan tim senior mereka untuk mengikuti Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainers) selama tiga hari. 

44 pembuat Ecobrick dari berbagai komunitas, sekolah, universitas, dan departemen PT Marimas mengikuti lokakarya di kantor pusat perushaan di Semarang. Bahkan CEO perusahaan beserta keluarganya pun ikut serta. Setelah melalui tiga hari yang intens dan dipenuhi emosi, kelompok yang terdiri dari berbagai pemimpin masyarakat tersebut menjadi yakin: tanggung jawab pribadi secara penuh atas penggunaan plastik mereka sendiri adalah jalan yang akan mereka ambil. Tim GEA terkesima dengan yang terjadi berikutnya.

Marimas CEO, Pak Harjanto Halim, was featured on the BBC in 2018 during one of his company's ecobrick community workshops

“Saya selalu memastikan plastik yang saya gunakan menjadi Ecobrick. Saya menyimpan tongkat dan botol di mobil supaya selalu siap. Dulu keluarga saya menganggap saya sudah gila, tapi sekarang mereka mulai melakukannya.”

-Pak Harjanto Halim, CEO PT Marimas

Dua kali seminggu, Marimas mengadakan Lokakarya Ecobrick Pemula di fasilitas mereka di Semarang, Indonesia. Sekolah, kelompok-kelompok agama, dan banyak lagi yang lain datang untuk belajar membuat Ecobrick dari para pelatih bersertifikat GEA mereka. Saat plastik dikemas menjadi Ecobrick, secara efektif plastik tersebut tertangkap dan terkurung.

Marimas dan berbagai pemimpin masyarakat telah siap membuat Ecobrick dari plastik yang mereka gunakan. Setelah belajar praktik-praktik terbaik untuk membuat Ecobrick, para staf mulai menerapkannya dengan mengemas plastik yang telah dikumpulkan perusahaan. Dengan plastik yang telah dikemas ini, mereka memutuskan untuk bekerja sama dan berbagi tentang Ecobrick kepada komunitas-komunitas lain yang ingin mengambil tanggung jawab atas pengunaan plastik mereka. Marimas menawarkan tempat dan fasilitas mereka, lalu mulai menyelenggarakan pelatihan Ecobrick yang dipimpin oleh para pemimpin komunitas dan staf Marimas yang telah terlatih di lokasi kantor pusat mereka di Semarang. Dengan cepat pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan Marimas selama setahun, dengan kekerapan rata-rata dua kali pelatihan seminggu, habis dipesan!

Selama 2018, sebanyak 5106 peserta mengikuti lokakarya mereka dan mampu belajar membuat Ecobrick dengan baik. Sebagai hasilnya, hampir 8.177 Ecobrick terbuat selama tahun 2018 saja! Ini artinya 2,1 ton plastik berhasil diamankan dari lingkungan.

 

“Kami sungguh-sungguh bangga dengan kehadiran Marimas. Ya, mereka memang menggunakan banyak plastik. Namun mereka telah berjanji dan menepatinya–bukan sekadar sebagai program sampingan, namun penyesuaian menyeluruh dalam perusahaan untuk mengambil tanggung jawab. Ini dimulai dengan bersikap jujur tentang konsumsi dan produksi mereka, yang kemudian berlanjut menjadi peralihan besar-besaran dalam penggunaan plastik. Jalannya masih panjang–jalan yang terlalu menakutkan bagi kebanyakan perusahaan, bahkan hanya untuk mempertimbangkannya. Namun demikian, mereka tidak hanya berada di jalur yang benar, tapi juga menjalaninya.”

-Russell Maier, pendiri GEA

Marimas juga sudah mulai memasukkan kegiatan membuat Ecobrick dan layanan masyarakat mereka ke dalam bisnis inti mereka–termasuk penjualan, pengemasan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan pemasaran.

Marimas mulai memasukkan Ecobrick ke dalam kampanye-kampanye pemasaran mereka sebagai cara meningkatkan kesadaran dan mendorong kegiatan membuat Ecobrick dari plastik produk mereka.

Sebagai perusahaan, Marimas mengikuti jalur yang sama. Kini mereka secara sistematis berfokus tidak hanya pada mengurangi produksi dan konsumsi plastik mereka, tapi juga mengimbanginya dengan pemisahan plastik melalui Ecobrick. Seluruh Ecobrick pribadi maupun perusahaan yang dicatat di aplikasi GEA GoBrik dianggap sebagai “plastik pengimbang”. Dengan kata lain, plastik yang telah dengan aman disingkirkan dari lingkungan. Selain itu, aplikasi tersebut juga melacak seluruh Ecobrick yang dibuat di lokakarya-lokakarya Ecobrick Pemula yang diselenggarakan Marimas. “Ecobrick terkatalisasi” ini (Ecobrick yang tidak akan mewujud tanpa bantuan dan tenaga Marimas) juga dianggap sebagai plastik pengimbang mereka. Setahun terakhir ini, sistem GoBrik kami mencatat bahwa upaya mereka secara langsung bertanggung jawab atas pengemasan 2 ton plastik menjadi Ecobrick–sesuatu yang kami anggap sebagai tindakan mencegah plastik terurai secara menyeluruh.

Langkah kedua bagi perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam program Katalis kami adalah mencatat angka bersih produksi dan konsumsi plastik. Setelah analisis yang cermat atas proses dan pengukuran bisnis mereka, Marimas memperhitungkan bahwa selama tahun 2018 mereka menghasilkan 152 ton plastik yang tidak dapat didaur ulang (~1,824 Mt/tahun). Ya, memang banyak sekali–tapi yang jauh lebih penting adalah dihitung dan diinformasikan.

Di GEA, kami sangat senang melihat langkah berani dan revolusioner yang diambil Marimas.

Untuk pertama kalinya, Marimas kini dapat menghitung Rasio Peralihan Penggunaan Plastik (Plastic Transition Ratio/PTR). perusahaan. Ini indikator kinerja baru yang penting sekaligus berguna untuk perusahaan-perusahaan yang serius menjalankan peralihan penggunaan plastik. PTR pribadi atau perusahaan dihitung dengan membagi jumlah bersih plastik yang dihasilkan dengan jumlah plastik yang berhasil diamankan. Walaupun PTR Marimas saat ini masih rendah (0,0081), angka ini menandai suatu langkah penting. Kini mereka tercantum di papan skor! Mereka sedang mendaki menuju puncak, dan tidak ada jalan selain ke sana.

Ecobrick yang dibuat oleh seisi Marimas, mulai dari CEO hingga staf dan mitra komunitas mereka, dicatatkan di aplikasi GoBrik dan dialokasikan sebagai plastik pengimbang perusahaan. Ecobrick yang dikatalisasi oleh lokakarya Marimas juga dialokasikan sebagai pengimbang.

Ini menjadi rujukan bagi perusahaan-perusahaan lain dalam industri makanan dan minuman yang belum mengetahui angka konsumsi dan produksi plastik mereka, maupun yang belum memiliki PTR.

Salah satu kendala bagi perusahaan-perusahaan semacam itu untuk beralih dari menggunakan plastik yang tidak dapat didaur ulang adalah bahwa produk dan laba mereka tergantung pada pemakaian plastik yang murah. Harga plastik untuk kemasan begitu rendah (belum ada penalti ataupun pajak di Indonesia terhadap biaya-biaya lingkungan yang ditimbulkan perusahaan) sehingga tidak ada insentif finansial yang menggerakkan perusahaan-perusahaan tersebut beralih.

Dengan demikian, PTR Marimas juga berfungsi sebagai penalti penggunaan plastik yang dikenakan terhadap diri sendiri. Pada tahun 2020, biaya Katalis mereka (USD 15.000 USD untuk Katalis Perusahaan Nasional) akan berkurang sekian persen mengikuti PTR mereka. Jika Marimas, melalui pengurangan pemakaian plastik mereka dan investasi mereka dalam lokakarya Ecobrick, mencapai PTR sebesar 1% di akhir tahun, biaya PTR mereka akan mendapat potongan 1%. Sementara itu, biaya yang mereka bayarkan disalurkan langsung ke GEA, yang memiliki misi mendukung peralihan pemakaian plastik skala lokal dan global.

Pada tahun 2019 Marimas lepas landas ke tingkat berikutnya. Sebagai perusahaan program Katalis resmi, fokus mereka tidak hanya pada pembuatan Ecobrick, namun juga konsep-konsep inti tanggung jawab terhadap pemakaian plastik dan peralihan penggunaan plastik. Kami ikut bersemangat menyaksikan kegiatan pembuatan Ecobrick oleh Marimas serta penerapan inisiatif peralihan penggunaan plastik pada seluruh tubuh perusahaan yang terlihat dampaknya tahun ini.

Program Katalis GEA memungkinkan perusahaan seperti Ubud Raw untuk tidak hanya mengambil tanggung jawab atas penggunaan plastik mereka, namun juga menginspirasi dan menjadi teladan. Perusahaan-perusahaan yang didorong oleh semangat seperti Ubud Raw, yang prioritasnya adalah menghasilkan produk-produk organik bermutu tinggi, dapat menjadi katalis yang berpengaruh dalam komunitas mereka, baik sebagai inspirasi maupun untuk menggerakkan peralihan penggunaan plastik.

Program Katalis

Kemasan Siap Ecobrick

Detail kecil yang menghasilkan perbedaan besar! Pada seluruh kemasan plastik mereka, PT Marimas kini menggunakan ikon GEA Ecobrickable Designator. Ikon ini tersedia bagi seluruh perusahaan Katalis kami untuk dibubuhkan pada kemasan mereka.

The Plastic Transition Ratio (PTR) allows individuals and companies track their progress transitioning from plastic to examples that are regenerative.

The PTR

Contoh-Contoh PTR

Your PTR give you an idea of where you are in the transition from dumping plastic into the biosphere to removing plastic from the biosphere.

Perusahaan Internasional & Plastik

Pada tahun 2017, Ellen MacArthur Foundation menerbitkan temuan-temuan berikut tentang produksi plastik berbagai perusahaan dalam unit Metrik Ton (Mt):

  • Nestle: 1.700.000 Mt/tahun
  • Colgate: 287.008 Mt selama tahun 2018.
  • Unilever: 610.000 Mt selama tahun 2018

Saat ini, tidak satu pun perusahaan ini memiliki PTR. Marimas memiliki PTR sebesar 0,0081 dengan estimasi produksi tahunan sebesar 1.824 Mt/tahun (2018).

Beberapa Ecobrick dari Lokakarya Marimas…

“My first ecobrick at TOT Yayyyy!!!!!!!”

“My first ecobrick at TOT Yayyyy!!!!!!!”

[sc name="fbbutton"] Retno Damayanti just ecobricked 242 g of plastic in Semarang, Indonesia. Retno used a 600ml bottle to pack 242 g of community plastic to make their number 1 ecobrick. Based in the city of Semarang, Jawa Tengah they are working hard to keep plastic...

baca lainnya

Ingin tahu lebih lanjut? Daftarkan diri untuk memiliki akun di Ecobricks.org dan hitung PTR Anda sendiri. Pelajari lebih lanjut di halaman Rasio Peralihan Penggunaan Plastik (Plastic Transition Ratio/PTR). Dan tentu saja, hubungi kami jika Anda ingin membawa perusahaan Anda sendiri ke tingkat berikutnya!



[fbcomments]