Ecobrick & Bangunan Tanah GEA Pertama Kami

24 – 28 April 2019, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

Pengamanan Plastik

Mencegah Plastik Terurai

Kolaborasi Mandala

33 Peserta, 200+ Relawan

Membangun dengan Tanah

Semen Organik ‘Lempung Jerami’

Kami bangga mengumumkan keberhasilan penyelesaian Bangunan Tanah & Ecobrick GEA pertama di Probolinggo, Jawa Timur! Materi dan metode pelatihan ini telah digodok selama empat tahun, sementara pelatihannya dipersiapkan selama satu tahun. Pelatihan ini memperkenalkan konsep dan teknik Ecobrick baru–khususnya cara memanfaatkan Ecobrick dengan metode bangunan tanah.

Dengan penyebaran Ecobrick di Indonesia yang telah terjadi selama beberapa tahun serta ketersediaan ribuan Ecobrick yang mulai menjadi umum di banyak kota, ini waktu yang tepat untuk memperkenalkan bangunan tanah–tingkat berikutnya dalam penerapan Ecobrick. Mulai tanggal 24 sampai dengan 28 April, 33 orang pelatih GEA senior kami bergabung dengan kami dari seluruh penjuru Indonesia, beberapa di antaranya menempuh perjalanan lebih dari 30 jam untuk mengikuti pelatihan.

Lokakarya ini diselenggarakan oleh PT. Paiton Energy yang dengan murah hati menyediakan ruang di kampus mereka bagi para peserta untuk tinggal, serta membantu kelancaran logistik untuk memastikan pembuatan Taman Mandala Ecobrick kami di area milik pemerintah yang terbuka untuk umum. Pembangunan ini terwujud berkat area yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo, yaitu di sebuah taman umum wisata yang direncakan menjadi taman pendidikan, ditambah kontribusi ratusan Ecobricker di daerah Probolinggo yang menghasilkan 1.200 Ecobrick sebagai bahan bangunan.

Pelatihan ini dipimpin oleh pemimpin gerakan GEA, Russell Maier dan Ani Himawati, sementara implementasinya dipelopori oleh Shanti Ramadhani (Sanggar Hijau Indonesia) beserta tim lapangannya yang luar biasa. Adalah impian Shanti untuk melihat bangunan tanah ini terwujud. Fokus pelatihan ini adalah teknik membangun dengan tanah yang dikembangkan oleh Russell, Mahitosh Eguia, dan Zellimere Strugar di Filipina untuk membangun menggunakan Ecobrick dan botol. Namun, untuk menyajikannya, penting untuk memperkenalkan beberapa konsep baru dan menarik yang menempatkan metode ini ke dalam konteksnya.

Presentasi GEA baru kami kini telah dirilis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.

Presentasi GEA Baru

Pelatihan ini juga menjadi saksi peluncuran presentasi GEA baru: Bangunan Tanah & Ecobrick. Sebagai sumber materi GEA baru pertama yang dirilis selama dua tahun terakhir, presentasi ini menggunakan ilustrasi Ecobrick awal yang kini ikonik karya kartunis Filipina El Tiburon Grande, serta karya kartunis Indonesia Fabianus, untuk mempresentasikan perkembangan konseptual dan penelitian ilmiah terbaru oleh tim GEA. Presentasi tersebut memperkenalkan konsep-konsep baru yang menarik tentang pengamanan plastik, teori kolaborasi mandala, dan filosofi regeneratif. Presentasi ini dikembangkan secara khusus untuk membantu para Ahli Bangunan Tanah baru kami melatih komunitas mereka dalam bentuk sesi singkat 45 menit sebelum para relawan terjun untuk membantu membangun. Presentasi ini, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, kini tersedia gratis untuk diunduh dari repositori dokumen baru kami.

Penerapan Kolaborasi Mandala

Setengah hari penuh dari pelatihan lima hari ini digunakan untuk teori kolaborasi mandala (MTC). Dikembangkan dan disempurnakan oleh salah satu pendiri GEA, Russell Maier, teknik pedagogis ini menggarisbawahi penyebaran viral Ecobrick di Asia Tenggara. Para peserta, yang masing-masing membawa tanah dari wilayah kediaman mereka di seluruh penjuru Indonesia, menggunakan tanah ini untuk membuat mandala pribadi maupun bersama mitra, kelompok, dan seluruh peserta. Pada hari keempat pelatihan, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mengalami dan menerapkan teori mandala. 200 relawan yang bergabung dibagi menjadi 8 kelompok, yang kemudian dibimbing oleh 3 pelatih dalam presentasinya. Setelah itu, masing-masing kelompok memulai mengerjakan elemen-elemen taman yang berbeda.

Dalam semangat teori kolaborasi mandala, desain taman ini diambil dari tradisi nenek moyang Probolinggo. Sebulan sebelum pembangunan, tim perintis telah meninjau Candi Jabung, yang telah berdiri selama 800 tahun sejak era Majapahit, di dekat lokasi. Mereka mengumpulkan simbol-simbol dan bentuk-bentuk geometris dari arsitektur dan relief candi untuk digunakan dalam desain Taman Mandala.

 

Konstruksi

Dalam lima hari, taman itu terbentuk! Dua hari pertama, peserta program inti kami belajar dari Russell dan Ani tentang teori dan cara melakukan presentasi serta cara memasang fondasi semen, menyiapkan adonan dan bola-bola lempung jerami (campuran tanah liat, pasir, dan jerami), dan membuat Ecobrick. Bersama-sama, ke-33 peserta membangun lingkaran tengah Taman Mandala. Setelah mendapat kesempatan untuk berlatih menyajikan presentasi Bangunan Tanah & Ecobrick, para peserta siap memimpin tim pembangunan mereka sendiri.

Pada hari keempat, 200 relawan bergabung dengan kami. Para peserta inti, yaitu 33 pelatih, kemudian mendapat kesempatan untuk mengalami dan menerapkan teori mandala. Kemudian, masing-masing kelompok mulai mengerjakan elemen-elemen taman yang berbeda. Mereka dibagi menjadi delapan kelompok dan dibimbing oleh 3 pelatih dalam presentasinya. Setelah pengenalan teori, kelompok-kelompok ini mulai mencampur lempung jerami dan menyusun Ecobricks pada semen ‘lempung jerami’, selapis demi selapis. Yang terakhir adalah penambahan lapisan kulit luar bangku berupa semen yang dihiasi pecahan tegel berwarna-warni yang membentuk pola-pola indah.

 

Kerusakan akibat air dapat terlihat dari percobaan gagal kami menggunakan lapisan kulit luar yang sepenuhnya organik.

Keberhasilan & Kegagalan

Bukan berarti pelatihan ini berjalan tanpa hambatan. Para pelatih sangat ingin mempelajari teknik penyelesaian yang sepenuhnya organik, sehingga empat bangku melingkar diselesaikan menggunakan kulit semen dan empat lainnya diselesaikan menggunakan campuran kotoran sapi dan tanah liat.

Sayangnya, hujan turun beberapa jam setelah taman selesai dan adonan organik kami tidak sempat mengering. Kotoran sapi, yang memiliki sifat tahan air alami, tidak sempat mengeras. Akibatnya, kulit luar bangku-bangku yang sepenuhnya organik mengalami kerusakan erosi air. Sementara keempat bangku spiral yang kulit luarnya berupa lapisan semen standar dan tanah liat tetap bertahan dalam kondisi sangat baik.

Hal tersebut akhirnya menjadi pelajaran yang berguna bagi tim kami untuk belajar cara mencampur dan menggunakan lapisan akhir organik, sekaligus mengalami kegagalan penerapannya. Untuk bangku-bangku taman luar ruangan yang akan sering dipakai untuk berbagai kegiatan dan terpapar elemen-elemen alam, menggunakan semen untuk lapisan luarnya lebih masuk akal. Kami akan segera memperbaiki keempat bangku yang gagal ini.

Perjanjian Pemeliharaan & Persiapan Akhir Bangunan

Sebagai bagian dari proses serah terima, sebuah kesepakatan khusus (Ketentuan Pengalihan Bangunan Tanah GEA ) ditandatangani bersama dengan pihak Kabupaten Probolinggo. Konstruksi Ecobrick sangat unik karena memiliki tujuan ganda, yaitu mengamankan Ecobrick yang membentuknya agar tidak terurai. Oleh karena itu penting untuk memastikan bahwa pada satu saat, dengan satu atau lain alasan, bangunan harus dihancurkan atau diubah, Ecobrick akan tetap aman dan plastik tetap terkemas di dalamnya. Penghancuran bangunan harus dilakukan sedemikian rupa agar tidak membahayakan keutuhan Ecobrick di dalamnya. Dengan cara ini, Ecobrick dapat dilepas dengan aman dan dimanfaatkan untuk konstruksi berikutnya sesuai prinsip cradle-to-cradle kami.

Pengurus Paiton dan Taman Probolinggo sedang mengawasi penanaman dan penambalan bangku-bangku yang rusak.

Our new certified GEA Earth Builders can be found and enlisted for trainings on our Trainer Map @ www.ecobricks.org/map

Ahli Bangunan Tanah Bersertifikat Baru Kami

Selamat kepada Anita, Amali, Reksi, Nina, Erni, Heni, Sofi, Ika, Lutfi, Umar, Hannie, Shanti, Nurhidayat, Tarto, Willa, Praja, Pinta, Wulan, Yuli, Galuh, Hayyi, Aisyah, Widi, Eko, Endang, Rere, Angel, Dessie, Indrawati, Corry, Nurul, Andrik, dan Suhairi. Status orang-orang ini telah ditingkatkan menjadi Ahli Bangunan Tanah (dari status Pelatih Ecobrick mereka sebelumnya). Nama-nama mereka kini terdaftar di Peta Pelatih GEA kami. Setelah menyelesaikan tiga lokakarya komunitas, status mereka akan ditingkatkan menjadi Pelatih Bangunan Tanah.

 

Pelatihan Ecobrick dan Bangunan Tanah Akan Lebih Sering Diadakan di Masa Mendatang

Setelah Pelatihan Ecobrick & Bangunan Tanah kami yang pertama selesai, bersiaplah! Kini para Ahli Bangunan Tanah kami akan memimpin pembangunan-pembangunan mereka sendiri di seluruh Indonesia. Saat ini GEA juga membuka pendaftaran Pelatihan untuk Pelatih (ToT) secara online. Pelajari Dokumen PDF Kursus kami dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia.

Tertarik mengikuti Pelatihan Ecobrick & Bangunan Tanah? Pelajari dokumen profil kursus kami.