Kolaborasi Mandala

Seni kuno memberi kekuatan pada gerakan, prinsip, cara, dan metode ecobrick.
Mandala adalah seni kuno dan sakral yang dapat ditemukan di setiap budaya dan agama di dunia. Mandala bisa sesederhana lingkaran yang digambar di pasir, seindah jendela Katedral, atau secanggih piramida bangsa Maya bertingkat yang menghadap bintang-bintang. Seperti bunga, membuat mandala dimulai dari tengah dan mengarah ke luar, mengambil pola mereka sendiri.
Pada zaman kuno, mandala mendasari kuil, kegiatan ritual, dan seni. Selama berabad-abad, proses pembuatan mandala digunakan untuk mencari pencerahan dan penyembuhan. Sekarang, kita menggunakan prinsip-prinsip mandala untuk mengarahkan gerakan ecobrick global untuk penyembuhan ekologis.

Notre Dame Cathedral Rose Window – Kaca patri berbentuk mandala.
Metode dan prinsip ecobrick dari Global Ecobrick Alliance (GEA) dikembangkan dari bawah ke atas bersama prinsip-prinsip kolaborasi mandala. Kami menggunakan proses ini untuk memandu proses dan hasil GEA dan gerakan ecobrick.

Untuk memahami cara gerakan ecobrick bekerja dengan prinsip mandala, Anda dapat melihat tradisi-tradisi mandala kuno. Mandala telah digunakan selama berabad-abad sebagai sarana untuk menetapkan tujuan, meningkatkan kesadaran dan membina kolaborasi. Seni mandala ditemukan dalam sejarah.di setiap benua.

Dalam tradisi keagamaan dan non-agama di seluruh dunia, pembuatan mandala telah digunakan sebagai proses dan sebagai karya seni. Carl Jung, gunakan proses pembuatan mandala sebagai bentuk terapi untuk menyembuhkan pikiran. Budaya lain, menciptakan kuil, mosaik, dan lukisan dengan mandala mereka sebagai karya seni.

Namun, tidak seperti lukisan atau patung, pembuatan mandala selalu cenderung ke arah kolaborasi. Selama berabad-abad, komunitas zaman besi  membuat lingkaran batu dengan seluruh komunitas berkontribusi pada evolusinya. Kota-kota Abad Pertengahan mendirikan sebuah gereja dengan jendela berbentuk mawar dengan bantuan seluruh kota mulai dari teologi, sampai memasak, pemasangan batu,  pewarnaan kaca. Dalam tradisi Tibet, para biksu  bekerja sama dalam kelompok untuk membuat mandala dengan pasir berwarna. Mandala mereka dibuat berdasarkan tujuan tertentu: memberkati sebuah kuil baru, memohon perdamaian dalam konflik, keharmonisan dalam sebuah komunitas, dll. Proses tersebut tidak hanya mempengaruhi pembuat mandala, tetapi juga bagi mereka yang mengamati proses dan hasil akhirnya. Dengan melakukan hal itu, kesadaran kolektif masyarakat sekitar akan meningkat dan fokus ke tujuan.

Trombetta, R. (2017, April 19). Biksu sedang membuat Mandala dari pasir. Ancient History Encyclopedia. Retrieved from https://www.ancient.eu/image/6521/

Mandala Tibet melingkar lebih dari satu. Tujuan akhir dari mandala mereka ditetapkan sejak awal. Sebagai simbol bahwa sesuatu tidak ada yang abadi, para biksu akan menghancurkan mandala setelah  beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Semua pasir berwarna akan dicampur dengan tangan, dikumpulkan, dan dibawa ke sungai. Di sana secara seremonial pasir tersebut disebar sebagai berkah – untuk membagikan energi dan niat yang menyatu dengan seluruh dunia.

Kegiatan ber-ecobrick, berbagi tujuan/ niat untuk memberkati dunia. Meskipun, kita tidak selalu membuat mandala secara fisik seperti ahli seni di jaman Asia dan Eropa kuno (meskipun modul milstein dan bangku taman dari ecobrick adalah mandala!), upaya ecobrick yang mendasarinya adalah semangat kolaborasi mandala.

Ketika pada jaman dahulu orang-orang mulai membangun lingkaran batu, semua orang di komunitas bergabung dalam proses yang berlangsung berabad-abad. Sama seperti ketika orang-orang jaman dahulu berkumpul dengan tujuan yang sama dan bekerja bersama untuk mewujudkannya, melalui Global Ecobrick Alliance, situs ini dan melalui berbagai sumber daya, kami membantu fokus pada tujuan untuk transisi plastik yang jelas dan dapat diakses. Kami menjaga agar metode dan platform terbuka untuk dapat diakses semua orang untuk bergabung, dan berkontribusi. Dengan cara ini, orang lain yang merasakan hal yang sama, dapat menyatukan dan menambah energi mereka untuk mencapai tujuan bersama melalui kegiatan ber-ecobrick.

Sama seperti orang Tibet yang berkumpul untuk memberkati ruang dengan mandala dan tujuan mereka, tujuan kita dimaksudkan sebagai berkah bagi planet ini (lihat dedikasi kami). Melalui proses meditasi seorang biksu, pembuatan mandala adalah cara penyembuhan bagi pikiran dan tubuh. Dengan cara yang sama, kegiatan ber-ecobrick, kita adalah penyembuhan dan regeneratif untuk ekosistem lokal  – dan kita.

Sama seperti para biksu yang merencanakan sejak awal penghancuran ciptaan mereka, dalam semua pembuatan dan pembangunan ecobrick kami, kami juga memikirkan tentang akhir ciptaan kami. Kami menyebutnya desain melingkar dan ini mendasari bagaimana kami mengemas ecobricks dan bagaimana kami membangunnya. Modul Ecobrick dan bangku taman melingkar dari ecobrick tidak hanya terlihat seperti mandala, namun tujuan dan kehancurannya juga direncanakan.

Geometri dari mandala pasir adalah terbuka dan dapat diprediksi sehingga banyak biksu dapat bergabung dan berkontribusi. Dengan cara yang sama, kami berupaya membuat kegiatan ber-ecobrick dapat diakses, seluas mungkin. Kami telah merancang metode yang tidak bergantung pada modal, mesin, atau keterampilan khusus sehingga siapa pun, di mana pun dapat menirunya

Kami memiliki kata-kata indah untuk prinsip-prinsip ini: desain melingkar, open source, trans-petroleum, dan transkasta. Tapi itu benar-benar sesederhana memastikan bahwa semua metode dan media kami dapat direplikasi. Dengan cara ini kami memungkinkan siapa pun yang memiliki tujuan yang sama dengan kami untuk transisi plastik dapat bergabung dengan kami dan meniru apa yang sudah kami miliki. Karena itu, kami bangga dengan semangat inovasi kolektif yang luar biasa yang mendasari gerakan ecobrick global. Pembuat ecobrick selalu meningkatkan dan berinovasi cara baru agar plastik plastik mereka dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, perjalanan mereka membawa mereka keluar dari gerakan ecobrick (Jo, salah satu pendiri kami sekarang dengan senang hati membuat ubuntublox). Dan itu luar biasa!

Tentu saja, ini bukan tentang ‘ke mana’ kita bergerak, yang penting adalah arah yang kita tuju.

Prinsip-prinsip Mandala – fokus pada rasa bersyukur, siklus melingkar, dan semangat kolaborasi – berfungsi sebagai kompas untuk Global Ecobrick Alliance dan gerakan ecobrick ketika kita melihat  visi regeneratif kita menjadi kenyataan.

Metodologi dan prinsip-prinsip kolaborasi mandala dikembangkan dan disempurnakan oleh co-founder GEA Russell Maier. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang filosofi kolaborasi mandala di situsnya.

Anda juga dapat membaca lebih lanjut tentang prinsip-prinsip GEA dan ecobrick di sini.

 

Lihat contoh penggunaan mandala GEA dalam konstruksi dan lokakarya ...
Mandala adalah seni kuno dan sakral yang dapat ditemukan dalam budaya dan agama di seluruh dunia. Mandala memanfaatkan geometri dan simetri melingkar untuk menciptakan pola yang penuh makna, simbolisme, dan tujuan. Proses kreatif mereka memungkinkan satu atau lebih orang untuk bersatu dan secara organik membuka kesadaran untuk meningkatkan co-kreasi.
Desain Mandala adalah dasar untuk kegiatan ber-ecobrick- jadi Anda akan menemukan mandala di seluruh hasil karya pembuat ecobrick di seluruh dunia.

Tentang GEA

We’re not a company, nor an NGO.  The Global Ecobrick Alliance is a principled, not for profit, Earth Enterprise focused on deep plastic transition.

Learn More

Desain Circular (Melingkar)

Ecobrick adalah solusi mendalam untuk plastik. Ecobrick dan semua penerapannya di situs ini pada dasarnya adalah ‘Cradle-to-Cradle’.

Pelajari lebih lanjut

Baca lebih lanjut mengenai mandala dalam esai yang ditulis oleh GEA Principal, Russell Maier:

https://russs.net/mandalas